KabarKesehatan.com — Banyak perempuan yang masih maju–mundur buat nyebur ke kolam renang saat menstruasi. Padahal, ketakutan yang sering muncul, mulai dari soal kebersihan sampai mitos horor ala “darah menarik hiu” nyatanya tidak didukung bukti medis. Justru, kata dokter, berenang saat haid itu aman dan malah bisa membantu menenangkan kram.
Berenang dikenal sebagai olahraga yang menyehatkan, dapat menjaga berat badan ideal, merawat jantung, mengurangi stres, sampai memperbaiki kualitas tidur. Namun ketika haid datang, banyak perempuan memilih berhenti berenang karena khawatir atau ragu.
Dilansir dari Halodoc, Menurut Dr. Jacqueline Ho, M , ahli endokrinologi reproduksi dan infertilitas di Keck Medicine of USC, berenang saat menstruasi aman dan tidak meningkatkan risiko infeksi. Aktivitas ini bahkan bisa membantu meredakan nyeri haid berkat efek relaksasi pada otot tubuh.
Mitos vs Fakta Berenang Saat Haid
Beberapa mitos yang sudah lama beredar ternyata tidak sesuai kenyataan:
- Mitos: Darah haid menarik hiu.
Fakta: Hiu lebih tertarik pada darah dari luka terbuka, sementara jumlah darah menstruasi sangat sedikit. - Mitos: Berenang saat haid tidak higienis.
Fakta: Dengan tampon atau cangkir menstruasi, perempuan tetap bisa berenang secara higienis. - Mitos: Air menghentikan aliran haid.
Fakta: Tekanan udara hanya mengurangi aliran sementara, bukan menghentikan sepenuhnya.
Tips Aman Berenang Saat Menstruasi
Agar lebih nyaman, beberapa langkah sederhana bisa dilakukan:
- Gunakan tampon atau cangkir menstruasi, dan ganti setelah berenang.
- Hindari hari pertama atau kedua bila aliran darah sedang deras.
- Pilih pakaian renang berwarna gelap.
- Mandi setelah berenang untuk membersihkan klorin.
- Bawa perlengkapan cadangan seperti tampon, cangkir menstruasi, atau tisu basah.
- Konsultasikan penggunaan pil KB bila ingin mengatur jadwal menstruasi.
Menstruasi Tidak Berhenti saat Dalam Air
Banyak juga yang mengatakan, darah menstruasi akan berhenti untuk sementara ketika kamu berada di dalam kolam.
Padahal, darah menstruasi bukan berhenti secara sementara, tetapi hanya pengurangan aliran darah menstruasi akibat adanya tekanan air.
Darah menstruasi akan tetap mengalir, tetapi tidak dengan kecepatan yang sama ketika kamu berada di luar kolam.
“Darah biasanya mengalir keluar dari rahim vagina melalui leher rahim karena gravitasi. Menuju tekanan udara menurunkan aliran saat berenang,” ungkapnya.
Kapan Harus Waspada?
Meski umumnya aman, ada beberapa kondisi yang perlu diperhatikan:
- Gejala infeksi seperti demam, nyeri panggul, atau keputihan tidak normal.
- Kram yang sangat parah saat berenang.
- Perubahan signifikan pada aliran darah atau siklus menstruasi.












