Lambung Sering Perih? Berikut Gejala Gastritis yang Perlu Diwaspadai dan Cara Meredakannya

Maag Sering Kambuh Saat Puasa? Hindari 7 Kebiasaan Ini
Ilustrasi perih pada lambung (Dok : Int).

KabarKesehatan.com — Rasa perih di ulu hati, mual setelah makan, hingga perut terasa penuh kerap dianggap sepele. Padahal, keluhan tersebut bisa menjadi tanda maag, gangguan pada lambung yang cukup umum dialami masyarakat namun berpotensi serius jika diabaikan.

Gastritis merupakan kondisi peradangan atau iritasi pada lapisan pelindung lambung (mukosa). Lapisan ini berfungsi melindungi lambung dari paparan asam lambung yang kuat. Ketika mukosa mengalami peradangan, pertahanan lambung melemah sehingga lebih rentan mengalami iritasi hingga luka.

Penyebab Gastritis

Gastritis dapat dipicu oleh berbagai faktor, baik dari kebiasaan sehari-hari maupun kondisi medis tertentu. Beberapa penyebab yang umum antara lain:

  • Infeksi bakteri : Infeksi Helicobacter pylori (H. pylori) menjadi salah satu penyebab utama penyakit maag dan penyakit lambung.
  • Penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) : Konsumsi aspirin atau OAINS dalam jangka panjang dapat merusak lapisan lambung.
  • Konsumsi alkohol berlebihan : Alkohol dapat mengiritasi dan mengikis mukosa lambung.
  • Stres berat : Stres akibat penyakit serius, cedera, atau kondisi medis tertentu dapat memicu maag akut.
  • Pola makan tidak sehat : Kebiasaan mengonsumsi makanan pedas, asam, asam, atau berminyak secara berlebihan dapat merusak kondisi lambung.
  • Respons autoimun : Dalam kasus tertentu, sistem kekebalan tubuh justru menyerang sel-sel sehat pada lapisan lambung (gastritis autoimun).

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Tidak semua penderita maag merasakan keluhannya. Namun, sejumlah gejala umum yang sering muncul antara lain:

  • Nyeri atau rasa perih di ulu hati
  • Perut kembung atau terasa penuh setelah makan
  • Mual dan muntah
  • Penurunan nafsu makan
  • Tinja berwarna hitam atau muntah darah, yang menandakan pendarahan lambung serius

Jika gejala tersebut muncul secara berulang atau semakin berat, konsultasi dengan tenaga medis sangat dianjurkan untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Cara Mengatasi Gastritis

Penanganan penyakit maag tidak hanya bergantung pada obat-obatan, tetapi juga perubahan gaya hidup. Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meredakan gejala antara lain:

  1. Makan teratur dengan porsi kecil
    Mengonsumsi makanan dalam porsi kecil namun sering dapat mengurangi beban kerja lambung dan menekan produksi asam berlebih.
  2. Hindari makanan pemicu
    Makanan pedas, asam, berminyak, dan berminyak sebaiknya dibatasi karena dapat memperparah iritasi lambung.
  3. Kelola stres dengan baik
    Stres berlebih dapat meningkatkan produksi asam lambung. Aktivitas relaksasi seperti meditasi atau olahraga ringan dapat membantu.
  4. Kebiasaan merokok
    Merokok dapat mengiritasi lapisan lambung dan memperlambat proses pemulihan.
  5. Batasi konsumsi alkohol
    Alkohol berpotensi memperparah peradangan pada lambung.
  6. Perhatikan penggunaan obat-obatan
    Hindari konsumsi OAINS dalam jangka panjang tanpa pengawasan dokter.
  7. Konsumsi probiotik
    Probiotik dapat membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di saluran pencernaan, baik melalui yogurt maupun suplemen.
  8. Tidur cukup dan teratur
    Kurang tidur dapat mengurangi stres dan berdampak pada kesehatan pencernaan.
  9. Konsultasi ke dokter
    Jika keluhan tidak kunjung membaik, pemeriksaan medis diperlukan untuk penanganan lebih lanjut.

Langkah Pencegahan

Untuk mencegah maag kambuh, masyarakat disarankan menjaga kebersihan makanan dan minuman, membatasi konsumsi alkohol serta OAINS, mengelola stres dengan baik, dan menghindari makanan yang memicu keluhan lambung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *